Kasus Penganiayaan, KPK dan Pemprov Papua Saling Lapor

JawaPos.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap dua pegawai KPK melebar. Bukan hanya kasus penyerangan yang tengah diusut kepolisian, melainkan juga dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Pemprov Papua ke Polda Metro Jaya. Menariknya, yang dilaporkan adalah pegawai KPK yang diserang.

Kini ada dua laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya. Pertama, laporan dari KPK atas dugaan pengeroyokan pegawainya di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2). Kedua, laporan dugaan pencemaran nama baik. ”KPK percaya Polri akan profesional menangani hal tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kemarin (5/2).

Dia menyatakan, pihaknya menghargai laporan oleh Pemprov Papua. Namun, secara hukum, laporan itu bisa dipilah. Mana laporan yang benar dan mana yang mengada-ada. ”Siapa pun dapat melaporkan apa yang dia anggap benar. KPK memastikan akan memberikan dukungan penuh (kepada pegawai yang terlapor, Red),” tegasnya.

Untuk diketahui, penyerangan itu terjadi ketika dua pegawai KPK tengah melaksanakan tugas pemberantasan korupsi. Diduga, mereka mengintai para pejabat Pemprov Papua yang menggelar rapat bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Borobudur. Nah, dalam pengintaian itu, petugas KPK ketahuan sehingga diamankan sekelompok orang.

Di tempat terpisah, Kabidhumas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombespol Argo Yuwono mengungkapkan, sebelum penyelidik KPK diamankan anggotanya di Hotel Borobudur, terjadi cekcok antara rombongan Gubernur Papua Lukas Enembe dan penyelidik tersebut. ”Di lobi Hotel Borobudur ternyata ada orang yang memotret. Terus, yang motret itu didatangi, lalu ditanya dan cekcok. Terjadi keributan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, KPK telah membuat laporan pada Minggu (5/2). Saat ini anggotanya tengah menyelidiki laporan itu, sedangkan terlapor belum dipanggil. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (tyo/bry/c5/oni)