Kasus Korupsi E-KTP, KPK Tahan Anggota Fraksi Golkar

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin (1/4). Dia ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Markus keluar dari gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan sekitar pukul 20:00 WIB. Dia memilih bungkam saat ditanya soal kasus yang melilitnya.

“MN (Markus Nari) ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Markus Nari Anggota DPR Fraksi Golkar, Markus Nari saat hadir dalam persidangan di Pengadilan Tipikor. (Ricardo/JPNN)

Untuk diketahui, Markus merupakan salah satu dari delapan tersangka e-KTP yang diproses KPK. Dia ditetapkan tersangka sejak tahun 2017. Selain Markus, ada tujuh orang lain yang sudah diproses KPK.

Dalam perkara ini, Markus diduga menerima uang untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek pada tahun anggaran 2013. KPK menduga Markus menerima Rp 4 miliar, yang diserahkan oleh eks pejabat Kemendagri, Sugiharto, yang kini menjadi terpidana kasus e-KTP.

Selain itu, nama Markus muncul dalam putusan Andi Narogong, yang kini juga telah menjadi terpidana kasus korupsi e-KTP. Markus disebut menerima duit panas dari proyek e-KTP senilai USD 400 ribu.

Berikut daftar nama terpidana korupsi proyek e-KTP:

1. Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 500 ribu dan Rp 1 miliar.

2. Mantan pejabat Kemendagri Sugiharto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 450 ribu dan Rp 460 juta.

3. Mantan Ketua DPR Setya Novanto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan serta uang pengganti USD 7,3 juta dan dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

4. Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dia dihukum 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta uang pengganti Rp 1,1 miliar dan USD 2,5 juta.

5. Eks Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Dia dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp 20,7 miliar.

6. Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

7. Pengusaha Made Oka Masagung. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

8. Anggota DPR Markus Nari. Proses hukumnya masih di tingkat penyidikan dan pada hari ini resmi ditahan.