Kasus Gratifikasi Bupati Lampung Tengah, KPK Panggil 8 Anggota DPRD

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 10 saksi terkait kasus dugaan gratifikasi Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa, maupun yang membelit DPRD Lampung Tengah. Kali ini, ada delapan orang yang menjabat sebagai anggota DPRD Lampung Tengah, di antara kesepuluh saksi tersebut.

“Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi di SPN Polda Lampung,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Kamis (14/2).

Febri menyebut, pemanggilan ini merupakan rangkaian dari pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. KPK setidaknya telah memeriksa 29 orang anggota DPRD Lampung Tengah.

“Sebelumnya sejak Senin-Rabu telah diperiksa 29 orang saksi. Para saksi diperiksa untuk seluruh tersangka yang sedang diproses di penyidikan saat ini, baik dari pihak bupati, pimpinan DPRD dan swasta,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan sepuluh daftar nama saksi yang diagendakan akan diperiksa Bonanza Kesuma, Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Tengah, Pinfo Sarwoko, Anggota DPRD Lampung Tengah, Ikade Asian Nafiri, Anggota DPRD Lampung Tengah, Hi Heri Sugiyanto, Anggota DPRD Lampung Tengah dan Gatot Sugianto, Anggota DPRD Lampung Tengah.

“Ada juga Muhammad Soleh Mukadam, Anggota DPRD Lampung Tengah, Dedi D Saputra, Anggota DPRD Lampung Tengah, KH Slamet Anwar, Anggota DPRD Lampung Tengah, Tafip Agus Suyono, Manager PT Sorento Nusantara dan Agus Purwanto, Direktur PT Purna Arena Yuda,”sebutnya.

Dalam kasus di daerah Lampung Tengah, KPK saat ini memang tengah menangani tiga kasus dugaan korupsi yang saling berhubungan. Yang pertama dugaan gratifikasi terhadap Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa. Dia diduga menerima fee 10-20 persen dari ijon proyek di Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah. Total penerimaan Mustafa setidaknya Rp 95 miliar.

Sebelum kasus ini, Mustafa telah ditetapkan KPK sebagai tersangka peberi suap ke sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah. Dia pun telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan serta pencabutan hak politik selama 2 tahun.

Selain itu , KPK juga menetapkan dua pengusaha, yaitu pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto, dan Simon Susilo sebagai pemilik PT Purna Arena Yudha. Keduanya diduga menyuap Mustafa.

Selain Mustafa dan dua pengusaha, KPK turut menjerat empat anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah sebagai tersangka, yaitu Achmad Junaidi, Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin. Achmad merupakan Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan tiga orang lainnya adalah anggota.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang