Kardus Ke-4 Bowo Pangarso Dibuka, KPK: 15 Ribu Amplop Isinya Rp 300 Juta

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membuka kardus keempat dari total 82 kardus dan dua boks kontainer berisi ratusan ribu amplop uang. Pembukaan dan penghitungan ini terkait dugaan suap yang melilit anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bowo Sidik Pangarso.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, total uang atau barang bukti di dalam kardus yang sudah dihitung hingga saat ini berjumlah Rp 300 juta.

“Sampai siang ini tim mulai masuk pada kardus keempat. Uang dalam amplop berjumlah Rp 300 juta,” katanya kepada awak media, Kamis (4/4).

Namun, Febri belum menjelaskan apakah ada cap jempol yang ditemukan pada amplop dalam kardus keempat ini. Dia hanya menyatakan saat ini penyidik baru mulai membuka kardus tersebut.

“Kardus keempat baru mulai dibuka. Sejauh ini telah dibuka 15.000 amplop,” tukasnya.

Sebelum hari ini, tim KPK memang sudah membuka dang menghitung 3 kardus berisi sekitar 12.300 amplop dengan total uang Rp 246 juta di dalamnya. Uang dalam amplop di ketiga kardus itu berupa pecahan Rp 20 ribu atau Rp 50 ribu.

Selain uang, KPK juga menemukan cap jempol dalam amplop di ketiga kardus itu. Menurut KPK, amplop itu diduga untuk keperluan serangan fajar pemilu legislatif yang kembali diikuti Bowo.

Dalam kasus ini, Bowo merupakan tersangka kasus dugaan suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat seorang bernama Indung. KPK juga telah menetapkan Asty dan Indung sebagai tersangka.

Asty diduga memberi Bowo duit Rp 1,5 miliar dalam kali pemberian, serta Rp 89,4 juta yang diberikan Asty pada Bowo lewat Indung saat OTT terjadi. Uang Rp 1,5 miliar yang diduga telah diterima Bowo itu merupakan bagian dari Rp 8 miliar duit di dalam amplop.

Sementara itu, Rp 6,5 miliar lainnya diduga berasal dari gratifikasi, yang juga disangkakan pada Bowo. Untuk yang Rp 6,5 miliar ini KPK menyatakan telah mengidentifikasi siapa pemberinya, namun belum mengungkap identitasnya.