Kapolri Lepas 322 Pasukan Perdamaian Dunia

JawaPos.com – 322 personel kontingen Satgas Garbha II FPU 11, Satgas Garbha PU 1 MINUSCA, dan IPO Polri 2019 berangkat ke berbagai belahan dunia. Mereka bakal menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin, upacara pemberangkatan 322 personel yang akan mengibarkan bendera merah putih di dunia peacekeeping sebagai negara  kontributor itu. Upacara tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri Retno Priansari Marsudi, Wakapolri Komjen Ari Dono, Kabareskrim Komjen Idham Azis, dan Kabaintelkam Polri Komjen Unggun. 

Dalam sambutannya, Tito menerangkan bahwa satgas tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri untuk menjaga perdamaian dunia. 

Sejak 2008, Polri telah menugaskan FPU pada misi UNAMID di Darfur, Sudan yang melakukan rotasi setiap tahunnya. Pada tahun ini, merupakan rotasi ke 11 dari FPU Indonesia dan kali ini akan dipimpin oleh Kasatgas AKBP Henzley Moningkey.  

Menariknya pada periode kali ini kata Tito, untuk pertama kalinya Polwan tergabung dalam Satgas  FPU. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 15 orang yang menduduki berbagai posisi termasuk tim taktis. 

“Keikutsertaan Polri dalam perdamaian dunia sejak 1989, di dalam berbagai misi, sudah 2.594 peacekeeper. Kemudian isu prioritas salah satunya peningkatan kapasitas pasukan pengamana PBB, termasuk peran perempuan di dalamnya,” ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2). 

Lebih lanjut ia berharap agar anggota Polri yang bertugas untuk misi PBB ini menjaga nama baik institusi dan khususnya negara. Peacekeeper Indonesia harus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu negera terbaik untuk pasukan perdamaian dunia. 

“Saya minta jaga betul nama baik negara. Selama ini negara Indonesia selalu menjadi yang terbaik dalam misi perdamaian dunia,” tegas Tito.

Sekadar informasi, Formed Police Unit (FPU) bisa dikatakan sebagai sebuah unit polisi berseragam yang terdiri dari 140-180 personel. Mereka bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB sebagai pelaksana mandat dari masing-masing misi. Dalam unit ini, terdapat personel yang memiliki keahlian khusus sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan PBB.

Antara lain, Kelompok komando atau para komandan yang mengelola pelaksanaan tugas unit agar berjalan dengan lancar, pengelola administrasi, ahli keuangan, kelompok mekanik kendaraan, kelompok mekanik IT, mekanik AC, mekanik genset, juru masak, tim taktis, para pengemudi kendaraan berat, hingga dokter dan paramedis juga terdapat dalam suatu unit. 

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini