JPU Sebut Penasihat Hukum Ratna Sarumpaet Mau Giring Opini Publik

JawaPos.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menilai ada upaya penggiringan opini yang dilakukan penasihat hukum Ratna Sarumpaet. Karenanya, mereka meminta Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan pihak terdakwa kasus hoax penganiayaan itu.

“Kami meminta majelis hakim menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum Daru Tri Sadono saat membacakan tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/3).

Upaya penggiringan opini kepada publik itu terlihat dari sejumlah alasan penasihat hukum terdakwa Ratna Sarumpaet pada sidang dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi pekan lalu.

JPU Sebut Penasihat Hukum Ratna Sarumpaet Mau Giring Opini PublikRatna Sarumpaet kembali menjalani sidangdi PN Jakarta Selatan (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Kala itu, penasihat hukum menyimpulkan tidak terjadi keonaran atas hoax yang dibuat Ratna. Dalam surat dakwaan yang dibuat JPU jelas ada bentuk keonaran yang terjadi.

Namun bagaimana bentuknya, JPU tidak akan menyampaikannya karena sudah memasuki pokok perkara dan harus diuji dengan pemeriksaan saksi. “Menurut kami terlalu dini atau prematur menyimpulkan keonaran tidak terjadi,” tegas Dari.

Surat dakwaan yang JPU susun dan ajukan pun tidak sembarangan dan telah lewati proses penelitian hingga pemberkasan. Sejatinya, berkas perkara tersebut telah didukung alat bukti yang sah dan menunjukkan peran terdakwa Ratna dari sisi formil dan materil.

“Apakah alasan-alasan yang dibangun masih dalam ruang lingkup keberatan atau eksepsi terhadap dakwaan tidak dapat diterima atau justru hal itu bentuk penggiringan opini yang sengaja diciptakan guna mempengaruhi proses persidangan yang sedang berlangsung,” singgung Daru.

Lebih lanjut, JPU optimistis sejumlah alasan yang dibangun oleh penasihat hukum Ratna, tidak akan mempengaruhi objektivitas majelis hakim dalam menilai alat bukti dan memutus perkaranya.

“Mengenai eksepsi surat dakwaan tidak dapat diterima, tidak perlu kami tanggapi lagi, karena sebelumnya telah kami bahas tentang dakwaan tidak dapat diterima dan alasannya,” tambah Daru.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini