Jelang Pencoblosan, Polri Imbau Masyarakat Jangan Sebarkan Hoax

JawaPos.com – Sepekan lagi, rakyat Indonesia akan menentukan pemimpinnya yang baru. Namun sayang, berita bohong alias hoax masih mengancam jelang pemilihan umum tersebut.

Belum tuntas hoax server Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah diatur untuk kemenangan pasangan calon petahana, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, penyelenggara pemilu itu lagi-lagi dicecar berita tentang hasil penghitungan Pilpres 2019 pada TPS di luar negeri, yang beredar melalui whatsapp. Kabar ini pun seketika membuat gaduh.

Namun belakangan, informasi tersebut terbilang palsu. Sebab, KPU nyatanya belum melakukan penghitungan suara terhadap pemilu yang memang awal dilaksanakan untuk WNI yang berdomisili di luar negeri.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) lantas memprediksi bahwa berita-berita yang meresahkan serupa akan terus bermunculan jelang Pemilu mendatang. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan adanya metode penyebaran berita bohong lainnya. Pegawai KPU saat mengikuti Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di halaman Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/3/2019). MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Yakni seperti penyebaran pesan singkat melalui peralatan broadcasting yang dapat diterima oleh siapa saja di suatu daerah tertentu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo untuk itu mengingatkan masyarakat, bahwa meneruskan berita atau pemberitahuan bohong dapat dikenakan pidana dengan ancaman penjara setinggi-tinggi selama sepuluh tahun.

“Bilamana yang disebarkan mengandung ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), akan dikenakan hukuman penjara paling lama enam tahun,” tegasnya melalui pesan singkat, Rabu (10/4).

Selain ancaman berita bohong, Dedi berpendapat, penyelenggaraan Pemilu juga tidak menutup kemungkinan mengalami gangguan siber, baik yang disengaja maupun yang terkendala akibat volume akses yang tinggi. Sehingga terjadi kelambatan akses data.

“Oleh karena itu, selain siap melakukan pengamanan fisik dengan dukungan keamanan penuh dari TNI dan Polri yang menjamin masyarakat untuk tidak ragu menggunakan hak pilihnya, KPU juga telah didukung banyak stakeholder agar penyampaian hasil hitung manual yang disaksikan secara terbuka dapat diketahui hasilnya oleh masyarakat,” tukas Dedi

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini