Jalani Sidang Perdana, Terdakwa Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Acungkan Dua Jari

JawaPos.com – Terdakwa kasus pembuat kabar bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra (BBP) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/4). Sebelum menjalani sidang, Bagus sempat mengacungkan salam dua jari yang merupakan ciri khas milik paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pantauan JawaPos.com, Bagus tiba di PN Jakarta Pusat sekitar pukul 15.00 WIB. Bagus yang mengenakan kemeja putih lengkap dengan rompi tahanan kejaksaan berwarna merah dan peci hitam tampak mengacungkan salam dua jari sesaat sebelum sidang dimulai.

Bagus mengatakan, dirinya sudah siap menjalani sidang perdananya itu. Bagus enggan bicara banyak ihwal harapan di sidang perdananya itu.

“Siap. Ya, nanti kita lihat saja. Semua kan saya sudah jelaskan ke polisi waktu ke BAP, kita lihat saja,” tutur Bagus di PN Jakarta Pusat, Kamis (4/4).

Untuk diketahui, Bagus merupakan tersangka pembuat dan penyebar hoax adanya tujuh kontainer surat suara asal China tercoblos pada pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hoax dalam bentuk rekaman suara dan tulisan itu kemudian disebarkan melalui grup WhatsApp dan Twitter.

Tak berselang lama, Bagus ditangkap aparat kepolisian pada 7 Januari 2019 di Sragen, Jawa Tengah. Sebelumnya Bagus sempat melarikan diri dari kediamannya di Bekasi dan membuang barang ponsel miliknya pasca mengetahui hoax yang dibuatnya itu viral.

Belakang, Bagus sempat disebut-sebut sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Namun, hal itu dibantah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga lantaran Kornas yang diketahui Bagus tidak terdaftar sebagai relawan resmi di BPN.

Atas perbuatannya, Bagus dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 45 A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (3) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 207 KUHP.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan