Jadi Algojonya ISIS, Begini Sepak Terjang Abu Walid

JawaPos.com – Sosok Muhammad Syaifudin alias Muhammad Yusuf Karim Faiz alias Abu Walid menjadi perhatian pascapenangkapan Harry Kuncoro oleh Mabes Polri beberapa waktu lalu. Nyatanya, Abu Walid dikenal sebagai algojonya ISIS di Suriah.

Dari data yang dihimpun JawaPos.com, teroris yang dikabarkan tewas pada akhirnya hari lalu itu merupakan warga negara Indonesia (WNI) asal Klaten. Jejaknya di dunia tersebut cukup panjang.

Dia sempat nyantri di Pondok Pesantren Almukmin Ngeruki, Surakarta yang saat itu diasuh Abu Bakar Ba’asyir. Lulus dari sana, Abu Walid melanjutkan sekolah di Universitas Ibnu Saud, Riyadh, Arab Saudi.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, Abu Walid beberapa kali terlibat aksi teror. Dia pernah ikut konflik Poso dan Ambon. “Dikabarkan ikut berjihad di sana. Dia punya saudara kembar yang tewas dalam kerusuhan Ambon juga,” kata Syahar di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/2).

Pada 2000, dia pun bergabung dengan Jamaah Islamiyah (JI) bersama Noordin M Top dan Dr Azhari. Abu Walid dikenal teman dekat Noordin.

Dia menambahkan, Abu Walid terlibat bom Bali 2 pada 2002 dengan beberapa teroris yang juga berhasil ditangkap. “Iya, itu masuk juga bom bali dan konflik di Poso, yang kaitan juga dengan Amrozi, Bahrun Naim, Bachrumsyah, Abu Jandal,” imbuhnya.

Sepak terjangnya pun tak hanya di Indonesia. Abu Walid dipercaya oleh kelompok radikal di Timur Tengah sebagai perantara pendana kelompok teroris di Indonesia. “Dia juga sebagai penyalur uang dari Timur Tengah kepada Nurdin M Top,” beber Syahar.

Pada 2004, pentolan ISIS itu sempat ditangkap oleh Pemerintah Filipina karena kedapatan tidak memiliki dokumen resmi pengenal diri, serta membawa pistol dan bahan peledak bom. Akhirnya dia mendekam selama sembilan tahun di penjara.

Keterlibatannya dengan ISIS terungkap ketika wajahnya muncul dalam video propaganda kelompok radikal tersebut. Dia disosokkan sebagai salah seorang algojo ISIS yang mempunyai pengaruh besar dalam jaringan kelompok radikal di Suriah.

“Kabar terakhir, pada Januari 2019 Abu Walid tewas terkena sepihan tank di Suriah,” tukas Syahar.

Belakangan, Abu Walid disebut menjadi fasilitator yang membantu proses hijrah Harry Kuncoro ke Suriah melalui Iran. Dia mengirimkan uang sebanyak Rp. 30 juta untuk kepengurusan dokumen dan biaya perjalanan. 

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini