Jadi Alat Propaganda Teroris, Polri Patroli Siber di Medsos

JawaPos.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memantau media sosial yang kerap digunakan para teroris melancarkan propagandanya. Sejauh ini, sejumlah akun yang mengajak dan menyerukan penyerangan sudah didata Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim.

“Setiap info dari patroli siber, akun-yang mengarah pada suatu seruan serangan atau cyber terrorism itu sudah kami datakan semua link-linknya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Selasa (2/4).

Andaikata tertangkap, Dedi menuturkan bahwa nantinya bisa terlihat jaringan komunikasi sel-sel teroris yang ada di Indonesia.

“Nanti akan terbaca juga. Nanti kami data juga seruan mereka ke sleeping sel-sleeping sel,” sebut dia.

Dedi menerangkan, sejauh ini pihaknya mendeteksi adanya seruan dari Syria kepada kelompoknya yang ada di luar negeri untuk melakukan serangan. Sasaranny adalah kepolisian.

“Sudah ada perintah langsung dari Syria sana untuk seluruh sel di luar negeri dipersilahkan melakukan amaliyah atau melakukan serangan dengan sasaran taghut,” jelasnya.

Kenapa polisi? Kata Dedi karena polisi lah yang melakukan penegakkan hukum terhadap kelompok-kelompok teroris itu. “Makanya mereka menyiapkan perencanaan-perencanaan itu (serangan),” tukasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini