Isu Korupsi Jadi Tema Debat, Saut: Wajar, Itu Esensinya Kontestasi

JawaPos.com – Isu korupsi akan menjadi salah satu tema yang akan menjadi materi dalam acara debat capres-cawapres yang akan berlangsung pada (17/1) mendatang. Menanggapi isu korupsi kembali menjadi komoditas politik dalam kontestasi pilpres, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi menganggap ini sebuah hal yang wajar.  

“Pada peristiwa politik, wajar ada banyak isu masuk di dalamnya. Karena itulah esensinya kontestasi,” kata Saut kepada JawaPos.com, Sabtu (5/1).

Menurut Saut, dengan dijadikannya komoditas politik, maka rakyat bisa memilih mana calon pemimpin yang benar-benar berpihak pada isu pemberantasan korupsi, mana yang berpura-pura peduli terhadap pemberantasan korupsi.

“Jadi, seling the idea itu baik. Namun untuk jualan antikorupsi kalau tidak sustain integritasnya malah jadi back fire. Negeri ini kan sudah banyak pengalaman tentang itu. Jadi Komoditi di satu sisi dan penjualnya di sisi lain, itu dinamika biasa saja,” tukasnya.

Sementara itu, dalam rangka menggodok materi debat dengan tema isu korupsi, KPK akan ikut serta melakukan pembahasan bersama KPU, panelis dan para pakar hukum yang diundang KPU untuk membahas tema debat.

“KPK memutuskan akan terlibat secara substansi dalam rapat-rapat dan pembahasan materi debat yang akan dihadiri oleh para panelis, pakar atau ahli yang diundang oleh KPU-RI. Sehingga di rapat-rapat tersebut, kami dapat menyampaikan poin-poin krusial yang perlu dibahas dan dimintakan pendapatnya pada para pasangan calon,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah.

Meskipun KPK menghadiri rapat panelis itu, kata Febri, pimpinan belum dapat dipastikan hadir dalam acara debat perdana dengan tema Hukum, HAM, korupsi dan terorisme pada 17 Januari 2019 mendatang.

“Hal tersebut masih kami pertimbangkan dengan melihat aspek resiko independensi kelembagaan dan posisi sebagai institusi penegak hukum,” imbuh Febri.

Editor      : Kuswandi
Reporter : Intan Piliang