Ini Alasan Utama Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo menyatakan telah menandatangani pencabutan remisi atas pembunuhan wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. Jokowi mengeluarkan keputusan presiden baru untuk mencabut remisi terhadap pelaku, I Nyoman Susrama.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, pembatalan remisi yang ditandatangani Presiden Jokowi menunjukkan kepedulian dan komitmen pemerintah. Yakni untuk melindungi keselamatan pekerja media dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat menjadi poin perhatian presiden,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Minggu (10/2).

Mantan Panglima TNI ini menuturkan, Jokowi mencabut remisi terhadap Susrama karena mendengar desakan serta keberatan dari masyarakat. Alasan itu yang dijadikan Jokowi untuk menandatangani pencabutan remisi.

“Presiden melihat dan mendengar tanggapan, keberatan dan aspirasi public atas remisi tersebut,” ucap Moeldoko.

Presiden Jokowi, kata Moeldoko, telah meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk bekerja lebih teliti dan meninjau ulang pemberian remisi untuk Susrama, mengingat kasus ini tak hanya berkaitan dengan perlindungan keamanan para pekerja media, tetapi upaya menjaga kemerdekaan pers.

“Sekaligus mencerminkan rasa keadilan di tengah masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Prabangsa sendiri terjadi pada 11 Februari 2009 di Banjar Petak, Bangli. Motifnya adalah kekesalan Nyoman Susrama kepada Prabangsa karena pemberitaan wartawan Radar Bali (Jawa Pos Group) tersebut.

Susrama bukan satu-satunya terpidana penjara seumur hidup yang mendapat perubahan pidana berdasarkan Keppres 29/2018. Ada 114 terpidana lain yang juga bernasib sama dengannya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Muhammad Ridwan