Ini Alasan KPK Segera Eksekusi Mantan Auditor BPK

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan auditor BPK,  Rochmadi Saptogiri ke Lapas Cibinong, Jawa Barat. Eksekusi ini dilakukan oleh lembaga ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA).

“KPK melakukan eksekusi terhadap Rochmadi Saptogiri, Auditor Utama AKN 3 Badan Pemeriksa Keuangan terkait dalam kasus suap terkait Laporan Keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2016,” ucap juru bicara KPK saat dikonfirmasi, Kamis (10/1).

Febri mengatakan eksekusi harus dilakukan lantaran MA telah mengeluarkan putusan kasasi terhadap Rochmadi. Dia divonis 7 tahun dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan dalam tingkat kasasi.

“Putusan Mahkamah Agung nomor 2680 K/Pid.sus/2018 Tanggal 06 Desember 2018 dengan vonis penjara 7 tahun dan pidana denda Rp 300 juta jika tidak dibayar diganti kurungan 4 bulan,” ujar Febri.

Namun, mantan aktivis ICW ini tidak menjelaskan alasan mengapa ekseskusi Rochmadi dilakukan ke Lapas Cibinong. Menurutnya, penentuan Lapas terhadap para terdakwa merupakan domain Kemenkum HAM.

“Eksekusi terhadap terpidana kasus korupsi itu bisa dilakukan ke lapas Sukamiskin ada beberapa yang kami eksekusi di sana, bisa juga dilakukan ke Lapas Lapas yang lain dan itu merupakan ruang lingkup atau domain kewenangan Kementerian Hukum dan HAM khususnya Dirjen PAS,” jelasnya.

Sekadar informasi, Rochmadi divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan dalam putusan tingkat pengadilan negeri. Rochmadi dinyatakan terbukti bersalah menerima suap dari eks Irjen Kemendes PDTT Sugito dan Kepala Bagian TU Jarot Budi Prabowo.

Menurut hakim, Rochmadi terbukti menerima suap Rp 200 juta yang diberikan Sugito melalui Ali Sadli, anak buah Rochmadi. Selain itu, Rochmadi terbukti menerima 1 mobil Honda Odyssey dari Ali Sadli, yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang