Idrus Sangkal Suruh Eni Minta Uang USD 2,5 Juta untuk Munaslub Golkar

JawaPos.com – Mantan Sekertaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengaku hanya berkelakar soal memerintahkan mantan Wakil Komisi VII DPR Eni Saragih untuk meminta uang kepada pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo sebesar USD 2,5 juta. Pasalnya dalam dakwaan disebut, uang itu diperintahkan Idrus untuk keperluan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

“En lo kan katanya ada uang tanpa syarat ke mana itu?’ gitu dari mulai Rp 200 miliar, sampai Eni mengatakan 1 ya jangan 1 lah 2 lah 3 lah 2,5 ambil saja atas nama saya. Itulah percakapan saya, ini saya lakukan dengan kelakar,” kata Idrus menirukan ucapannya saat itu kepada Eni, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (12/3).

Mantan Menteri Sosial itu mengaku ucapan permintaan uang yang diperuntukan untuk Munaslub Golkar 2017 hanya sebagai candaan. Idrus mengaku, karena Eni pada saat itu merupakan bendahara Munaslub Golkar.

“Saya lakukan dengan candaan sekaligus memberikan pembelajaran buat Eni, karena Eni menggampangkan  sesuatu sebagai bukti ini semua, di akhir percakapan itu saya katakan ‘En lo aja deh yang jadi ketum, jangan saya deh,’ itu bisa dilihat di dalam percakapan itu,” jelas Idrus.

Dalam dakwaan jaksa KPK, Idrus selaku penaggung jawab Munaslub Partai Golkar mengarahkan Eni yang saat itu didapuk menjadi bendahara Munaslub untuk meminta uang sebesar USD 2,5 juta kepada Johannes Kotjo.

Hal itu diperintahkan Idrus, karena berniat menjadi pengganti antar waktu sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Sebab masa kepemimpinan Setya Novanto tersisa dua tahun. 

Dalam kasus ini, Idrus didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo. Mantan Menteri Sosial itu didakwa melakukan perbuatan bersama-sama dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. 

Jaksa menduga, Idrus dinilai berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang diduga digunakan untuk membiayai musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 2017.

Selain itu, Idrus juga disebut meminta agar Kotjo membantu pendanaan suami Eni Saragih, Muhammad Al Khadzik saat mengikuti pemilihan kepala daerah Temanggung.

Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan