ICW Nilai Polisi Tak Punya Komitmen Selesaikan Teror Pegawai KPK

JawaPos.com – Koordinator bidang hukum dan advokasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama Langkun menilai, polisi tidak punya komitmen untuk menyelesaikan kasus penganiayaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini merujuk pada beberapa kasus teror yang menimpa penyidik senior Novel Baswedan dan pimpinan KPK yang belum juga terungkap siapa pelaku teror tersebut.

“Kalau bicara soal teror dan ancaman ketika pelakunya dibiarkan begitu saja tidak ada penuntasan, maka itu akan dianggap sesuatu yang biasa-biasa saja dan kemungkinan akan ada skala yang sangat besar,” kata Tama saat ditemui di Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro 74, Jakarta Pusat, Selasa (5/2).

Tama menuturkan, seharusnya polisi bisa segera mengungkap para pelaku teror yang menyerang pegawai hingga pimpinan KPK. Karena jika terus dibiarkan, lembaga antirasuah akan terus mendapat perlakuan kesewenang-wenangan.

“Kalau kemudian upaya penghambatan korupsi segera diproses ke depan akan jadi catatan, nggak mungkin ada orang yang berani menganiaya,” tegasnya.

Oleh karenanya, pegiat antikorupsi ini menagih komitmen pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku teror terhadap KPK.

“Ini bagaimana soal komitmen menuntaskan perkaranya, kalau itu enggak dilakukan menurut saya hal yang serupa kemungkinan terjadi lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, dua pegawai KPK yang sedang melakukan pengecekan laporan masyarakat terkait adanya tindak pidana korupsi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dianiaya oleh sekelompok orang pada Sabtu (2/2).

Dua pegawai KPK dianiaya hingga mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Padahal, dua pegawai KPK tersebut telah memperlihatkan identitasnya sebagai bagian dari lembaga antirasuah. Namun, dua pegawai tersebut tetap dianiaya.

Dua pegawai KPK tersebut telah dilarikan ke rumah sakit dan sudah divisum. KPK telah melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan