Golkar dan Nusron Wahid Bantah Perintahkan Bowo Siapkan Serangan Fajar Rp 4 Miliar

JawaPos.com – Tersangka kasus dugaan korupsi Bowo Sidik Pangarso mulai ‘bernyanyi’ terkait kasus yang menjeratnya. Dia menuding Partai Golkar dan Nusron Wahid menjadi dalang yang memerintahkan dirinya menyiapkan uang serangan fajar sebanyak Rp 4 miliar.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily membantah tudingan tersebut. Ia memastikan partai tidak pernah memiliki kebijakan melakukan serangan fajar saat pemilu.

“Kami serahkan ke proses hukum saja. Yang pasti tidak ada kebijakan resmi seperti itu dari Partai Golkar, karena Partai Golkar menghormati proses demokrasi yang sehat,” ujar Ace saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (10/4).

“Itu kan pengakuan dari Bowo. Apa itu benar? Selalu ada tendensi seseorang yang (terkena) OTT berusaha melibatkan pihak lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ace mengatakan, partai selalu meminta kepada seluruh calegnya untuk taat kepada aturan yang berlaku. Namun, memang strategi caleg di lapangan tidak bisa dipantau satu per satu.

“Yang jelas Partai Golkar memerintahkan kepada seluruhnya calegnya untuk menggunakan cara-cara yang tidak melanggar aturan perundang-undangan. Soal strategi di lapangan, tentu setiap orang memiliki caranya masing-masing,” tegasnya.

Senada dengan Ace, Nusron pun membantah memberikan instruksi kepada Bowo untuk menyiapkan uang serangan fajar Rp 4 miliar. “Tidak benar,” ucap Nusron singkat.

Namun, saat JawaPos.com hendak mendalami, Ketua Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I Partai Golkar itu tak menjawabnya.

Sebelumnya, Bowo mengatakan, Nusron Wahid memintanya untuk menyiapkan 400 ribu amplop putih yang berisikan uang. Dugaan KPK, amplop berisikan uang itu akan digunakan Bowo sebagai ‘amunisi’ serangan fajar agar bisa maju kembali sebagai anggota legislatif.

“Saya diminta oleh partai untuk menyiapkan 400 ribu (amplop). Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkannya,” ucap Bowo saat hendak meninggalkan gedung KPK, Selasa (9/4).

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan