Gagal Jadi Sekjen KPK, Roby: Saya Pikir Bisa Jadi Banyak kepentingan

JawaPos.com – Setelah melalui serangkaian tahapan yang dilakukan dalam dua gelombang proses seleksi. Ternyata, KPK belum menemukan calon Sekretaris Jenderal KPK.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut panitia seleksi telah memutuskan hasilnya di website https://jpt.kpk.go.id/. Dalam website itu dijelaskan belum ada kandidat yang dapat diusulkan kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Kabinet RI, untuk dapat ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal pada KPK.

“Sehubungan dengan telah dilaksanakan tahapan wawancara terhadap enam orang kandidat Jabatan Pimpinan Tinggi Madya untuk Sekjen (gelombong satu dua) dan berdasarkan hasil konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara, maka Pansel mengumumkan belum ada kandidat,” ucap surat yang terlampir diweb tersebut, Rabu (13/2).

Mantan aktivis ICW ini menyebut, pihaknya begitu menghargai dan menyampaikan terimakasih pada seluruh calon yang pernah mendaftar dan mengikuti serangkaian tes selama tahun 2018 lalu.

“Semoga apapun hasil seleksi ini, harapan KPK tetap tidak mengecilkan semangat pemberantasan korupsi para calon dan dukungan terhadap kerja KPK,” tutur Febri.

Dia juga menambahkan, untuk langkah selanjutnya, KPK akan membahas lebih lanjut apa saja yang akan dilakukan untuk mengisi posisi Sekjen KPK ini.

“Memang KPK sangat berharap, Sekjen yang terpilih benar dapat menjalankan fungsi krusial dari unit Kesekjenan yang bertugas memberikan dukungan penuh pada seluruh pelaksanaan tugas KPK sebagaimana diatur di UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK,” jelasnya.

Terpisah, terkait keputusan ini, calon Sekjen KPK Robby Arya Brata angkat bicara. Dia melihat adanya keanehan karena tidak satu calon Sekjen pun yang terpilih.

“Aneh, masa dari 5.500 lebih pendaftar tidak ada 1 pun yang memenuhi syarat/kualifikasi. Setahu saya banyak pelamar yang hebat/memenuhi syarat kompetensi,” tegas Arya saat dikonfirmasi, Rabu (13/2).

Dia menilai ada banyak kepentingan yang membuat tidak terpilihnya calon Sekjen, padahal sudah dilakukan dua gelombang seleksi untuk menemukan sosok Sekjen lembaga antikorupsi ini.

“Saya pikir bisa jadi karena banyak kepentingan/faktor X/too much politics di luar pertimbangan obyektif profesionalitas dalam seleksi jabatan ini,” tukasnya.

Nama Robby tentu tidak asing dalam seleksi lembaga ini, sebab dia pernah mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK periode 2015-2019, tapi gagal. Tak hanya itu, Roby kembali ingin berada di lingkaran dalam KPK dengan mendaftarkan diri sebagai penasihat KPK, tapi lagi-lagi gagal. Kini Roby kembali mencoba peruntungannya sebagai calon Sekjen KPK namun kembali belum berhasil.

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan enam calon sekretaris jenderal (sekjen) yang lolos seleksi. Keenam orang ini mengalahkan 5.852 orang dari dua gelombang seleksi. Saat itu, keenam calon tersebut akan menjalani tahap akhir yakni wawancara pada Senin (7/1).

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang