Febri: Jangan Tarik KPK Ke Isu Politik Praktis

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara mengenai isu penyidik KPK Novel Baswedan disebut-sebut menjadi bagian dari salah satu partai politik (parpol). Menanggapi itu, juru bicara KPK Febri Diansyah menegaskan pimpinan hingga pegawainya tak terkait politik praktis.

Dia pun meminta agar semua pihak menempatkan lembaga yang digawangi Agus Rahardjo cs ini sebagai lembaga penegak hukum yang independen. “KPK mulai dari unsur pimpinan sampai pada unsur pegawai memastikan tidak akan terkait pada kelompok politik praktis manapun. Jadi kami harap semua pihak bisa menempatkan KPK sebagai lembaga independen tersebut,” ucapnya, Selasa (2/4).

Selain itu, meski isu Pemilu 2019 sedang hangat-hangatnya, dia juga meminta agar pihak manapun tak mengaitkan atau menarik KPK kedalam isu politik. “Jangan tarik KPK ke isu politik praktis karena itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi kita,” tegasnya.

Maintain aktivis ICW ini menambahkan, Novel sendiri juga sudah menjawab tegas bahwa informasi yang tersebar tidak benar. “Novel juga sudah clear mengatakan bahwa informasi-informasi tersebut tidak benar,” tuturnya.

Febri menekankan hal yang lebih penting dibanding isu itu ialah pengungkapan kasus teror air keras terhadap Novel. Menurutnya, pengungkapan kasus teror terhadap penegak hukum jangan sampai tertutupi isu yang tidak substansial. Apalagi, kasus ini sudah mengambang hampir 2 tahun.

“Lebih penting diupayakan agar teror-teror terhadap penegak hukum tersebut tidak kemudian ditutupi oleh isu-isu yang tidak substansial,” tukas Febri.

Sebelumnya, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, membocorkan nama calon Jaksa Agung jika jagoannya menang. Dia mencuatkan dua nama yang disebutnya, yaitu Novel Baswedan dan eks pimpinan KPK Bambang Widjojanto.

“Saya kasih bocoran. Ada wacana Mas Novel Baswedan yang akan menjadi Jaksa Agung, ada wacana Mas Bambang Widjojanto yang jadi Jaksa Agung,” kata Andre di kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/3).

Novel pun enggan menanggapi Andre. Novel memilih berfokus mendesak pemerintah mengungkap kasus teror terhadap dirinya dan pegawai KPK lain.

“Saya tidak beri tanggapan. Saya fokus mendesak pemerintah untuk peduli dan tidak abai terhadap orang-orang di KPK yang diserang, tapi tidak ada satu pun yang mau diungkap. Termasuk serangan terhadap diri saya yang sudah hampir 2 tahun,” pungkas Novel kepada wartawan.