Elpius Hugi Mangkir Panggilan Penyidik Soal Pemukulan Pegawai KPK

JawaPos.com – Sespri Gubernur Papua, Elpius Hugi memastikan tidak hadir dalam panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Alasannya, yang bersangkutan sedang dalam tugas pemerintahan.

Elpius Hugi seharusnya mendatangi ruangan penyidik atas dugaan kasus pemukulan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gilang Wicaksono.

Selain itu, sejumlah nama pejabat Pemprov Papua akan dipanggil oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus pemukulan.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening saat memasuki ruangan penyidik sekitar pukul 10.50 WIB.

Menurutnya, ada 20 nama saksi dari unsur Pemprov Papua dan DPRD yang akan diperiksa oleh penyidik. Termasuk, Sespri Gubernur Papua yang dijadwalkan memenuhi panggilan penyidik.

Dia menyampaikan sebelum nama-nama Pemprov Papua diperiksa oleh tim penyidik, dirinya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan penyidik Polda Metro untuk mengatur jadwal pemeriksaan para saksi dari Pemprov Papua untuk dimintai keterangan soal kasus dugaan penganiayan kepada pegawai KPK.

“Hari ini saya mendatangi kantor Polda Metro Jaya sebagai kuasa hukum Pemerintah Provinsi Papua. Saya berkoordinasi lebih dulu karena saksi yang dipanggil lebih banyak dari Pemprov Papua,” ujar Roy saat memasuki ruangan penyidik, Senin (11/2).

Dia membenarkan, sejumlah saksi dari Pemprov Papua akan dipanggil oleh penyidik. Sebab, saat itu dihadiri oleh banyak saksi yang melihat kejadian dan kronologi peristiwa berlangsung.

“Ya saat peristiwa itu terjadi malam itu semuanya (saksi) ada. Kita akan berkoordinasi lebih dulu karena banyak saksi dari kita (Pemprov),” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu aggota tim Biro Hukum KPK, Indra Mantong Batti bersama Muhamad Gilang Wicaksono melaporan ke Polda Metro Jaya atas penganiayan yang dialaminya.

Laporan tersebut diterima oleh Jatanras Ditreskrimum pada Minggu, (3/3) pukul 14.30. Dia melaporkan atas pengeroyokan terhadap petugas yang bertugas. Hingga saat ini, terlapor masih dalam lidik.

Terlapor disangkakan dengan pasal 170 KUHP dan atau Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP.  Kepada polisi, Gilang menerangkan bahwa pada saat kejadian, korban bersama saksi sedang menjalankan tugas mencari data di TKP Hotel Borobudur, Jakarta.

Tak lama kemudian, korban dan saksi didatangi oleh lebih kurang 10 orang. Merasa tak terima dengan aktivitasnya yang mengambil foto rapat antara Pemprov dan DRPD Papua, adu mulut pun tak terhindarkan.

Korban pun mendapat serangan pemukulan oleh sejumlah oknum yang sedang bertugas di TKP. Dari kejadian  tersebut, korban mengalami retak di bagian hidung, hingga luka memar dan robek di bagian wajahnya.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid