Eks Wamenkumham Nilai Pembahasan Calon Hakim MK Tertimbun Isu Pilpres

JawaPos.com – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menyayangkan pembahasan proses seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tenggelam dengan isu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia menilai, DPR sudah mulai melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap 11 calon hakim konstitusi, namun tidak menjadi perhatian publik.

“Saya menilai prosesnya masih kurang mendapatkan perhatian yang cukup dari publik secara luas. Salah satunya mungkin, karena ruang publik kita masih dipenuhi dengan berbagai pemberitaan terkait pemilu, khususnya Pilpres 2019,” kata Denny dalam keterangannya, Rabu (6/2).

Proses seleksi calon hakim konstitusi dinilai penting, terlebih akan menyidangkan sengketa Pemilu 2019. Bahkan, pemilihan dua hakim MK di DPR ini juga akan menentukan pemenang Pilpres dan Pileg 2019, karena rencananya, dua hakim yang terpilih akan dilantik pada akhir Maret 2019.

“Karena itu kepada semua elemen yang peduli dengan hasil pemilu 2019, maka proses seleksi hakim MK yang sekarang akan berakhir di DPR adalah momen krusial yang tidak boleh diabaikan,” ucapnya.

Oleh karenanya, Denny meminta masyarakat ikut mengawal proses seleksi yang diikuti oleh 11 calon hakim konstitusi. Hal agar menghasilkan hakim konstitusi yang berkualitas dan berintegritas.

“Mari kita kawal dengan serius seleksi hakim MK, karena berarti kita juga mengawal sengketa pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi. Lebih penting lagi, dengan proses seleksi hakim konstitusi yang berkualitas, kita mengawal hadirnya MK yang terhormat, dan negara hukum Indonesia yang makin bermartabat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, terdapat 11 calon hakim Konstitusi yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan. Mereka diantaranya, Hestu Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciads Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M Galang Asmara, Wahiduddin Adams, Refly Harun, Aswanto, Ichsan Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta, dan Sugianto.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan