Dua Saksi Usulan Jaksa Tidak Hadir, Sidang Lanjutan Ratna Ditunda Kamis

JawaPos.com – Majelis hakim menunda sidang perkara berita bohong terdakwa Ratna Sarumpaet pada Kamis (11/4) mendatang. Sebab, dua orang saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bernama Chairullah dan Harjono tidak kunjung hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Usai dua saksi selesai Said Iqbal dan Ruben memberikan keterangan, Hakim Ketua Joni sempat menanyakan keberadaan dari dua saksi kepada JPU. Dari perwakilan JPU pun menyampaikan bahwa kedua saksi masih berada di perjalanan Pancoran.

“Saksi barusan kami terima informasi, bahwa keduanya masih berada di daerah Pancoran dari kawasan Cikini,” ujar perwakilan JPU Daru Tri Darsono menjawab pertanyaan Majelis Hakim di PN Jaksel, Selasa (9/4).

Mengetahui saksi tidak bisa dihadirkan sesuai dengan jadwal agenda yang ditentukan. Jalannya sidang persidangan pun sempat ditunda satu jam untuk menunggu kedatangan saksi kedua, Ruben. Hal itu membuat agenda persidangan semakin berlarut-larut.

“Sebenarnya sidang ditetapkan dari awal tidak tepat jam 9, atau jam 10 paling lambat. Memang saksi sudah harus hadir itu yang pertama. Sebenarnya kami (majelis hakim) siap menjalani sidang sampai malam hari, untuk percepatan sidang,” ujar Ketua Majelis Hakim Joni.

“Karena sampai jam 12.30 saksi belum juga hadir, maka kami tunda sampai hari Kamis,” imbuh Joni.

Menanggapi ketidakhadiran dua saksi yang diusulkan JPU, Ratna menyanyangkan kesiapan dari jaksa penuntut umum. Dia menilai seharusnya sidang berjalan lancar dan cepat. Begitu juga saksi-saksi sudah disiapkan sebelumnya.

“Nggak siap aja kejaksaannya. Saya berharap supaya lebih cepat jangan ada yang kosong gitu,” tutur Ratna.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks, Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Wildan Ibnu Walid