Dokter Operasi yang Menangani pegawai KPK Bakal Diperiksa Polisi

JawaPos.com – Penyidik Direktorat Polda Metro Jaya bakal memeriksa dokter operasi yang menangani Muhammad Gilang Wicaksono, yang merupakan pegawai KPK diduga menjadi korban penganiayan.

Pemanggilan dokter itu untuk memastikan bagaimana operasi terhadap Gilang. Sebab, hasil visum usai insiden keributan di Hotel Borobudur dengan pejabat Pemprov Papua pada Sabtu (2/2) lalu menyatakan bahwa pegawai KPK itu mengalami luka retak hidung.

Sementara dari pihak Pemprov Papua, melalui kuasa hukumnya, Stefanus Roy Rening membeberkan barang bukti berupa foto pasca-insiden yang diambil pada Minggu (3/2) tidak terdapat luka di bagian wajahnya.

Foto itu menjadi dasar pihak Pemprov Papua untuk menyangkal pihak KPK bahwa tidak terjadi penganiayaan kepada Gilang.

“Hanya ada satu dokter saja yang diperiksa. Kita akan meminta keterangan berkaitan dengan kegiatan operasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono di Mapolda PMJ, Selasa (12/2).

Dia menegaskan hanya satu dokter Rumah Sakit MMC Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan yang akan menjalani pemeriksaan. Karena penanganan kepada Gilang hanya ditangani oleh seorang dokter saja.

Kendati demikian, Argo belum bisa memastikan bahwa yang bersangktuan akan datang atau tidak. “Rencananya akan dimintai keterangan sekira pukul 13.30 WIB siang ini. Saksi dokter dari RS MMC Kuningan. Tapi, belum ada konfirmasi apakah datang atau tidak. Kami tunggu saja,” kata dia.

Diketahui, Gilang terpergok sedang mengambil foto-foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan Anggota DPRD Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2) malam. Karena aktivitasnya mencurigakan, sejumlah orang dari Pemprov Papua menghampirinya karena tidak terima difoto.

Dari keterangan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, mereka dempat menanyakan identitas Gilang hingga memeriksa tangkapan foto dan isi pesan WhatsApp. Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK, namun mereka tetap memukulinya. Merasa menjadi korban, kejadian itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Minggu (3/2) pagi.

Sementara, pihak Pemprov Papua menuding bahwa apa yang dilakukan Gilang tidak beretika apalagi sudah menuduh melakukan penganiayaan. Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Terlebih, di dalam HP pegawai KPK itu sempat dicek oleh pihak pemprov. Ternyata terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

“Isi pesan WhatsApp dari terlapor itu sempat dibaca. Ada kata-kata yang berisi akan ada penyuapan yang dilakukan Pemprov Papua. Faktanya tidak ada penyuapan,” kata Argo.

Pemprov Papua melalui Alexander Kapisa melaporkan kejadian ini. Pegawai KPK itu dilaporkan atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, Senin 4 Februari 2019. Dia melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/716/II/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Wildan Ibnu Walid