Digaji Rendah, Yusril Perjuangkan Nasib Guru PAUD Non Formal di MK

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra tengah memperjuangkan nasib guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dinilai dalam kondisi menyedihkan. Melalui gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), dia membela regulasi guru PAUD non formal yang dianggap bukan guru.

Yusril menilai guru PAUD terdiskriminasi oleh Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam regulasi tersebut, guru PAUD non formal dianggap bukan sebagai guru. Sehingga guru PAUD non formal tidak bisa diangkat menjadi pegawai, digaji resmi, diberi tunjangan dan disertifikasi sebagai guru.

Akibatnya, kata Yusril, kebanyakan guru PAUD non Formal mendapat honor 100 ribu sampai 400 ribu rupiah sebulan. Itulah kenapa, nasib para guru PAUD tersebut sangat memprihatinkan.

“Sudah 4 tahun guru-guru PAUD non Formal memperjuangkan nasibnya. Mereka datang ke DPR, menghadap Mendiknas dan menyurat kepada Presiden. Tapi, tidak ada yang perduli nasib mereka. Akhir 2018 HIMPAUDI datang ke Yusril minta bantuan. Yusril setuju dan membawa masalah itu ke MK,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (14/3).

Sidang uji materil UU Guru dan Dosen telah memasuki sidang ke-5. Pada Kamis (14/3), sidang akan dilanjutkan dan bakal dihadiri ribuan guru Paud non formal dari berbagai provinsi. Yusril bilang, tuntutanya meminta persamaan hak agar diperlakukan sama dengan Guru PAUD Formal.

“Hati saya tergerak membela nasib guru Paud Non formal yang jumlahnya hampir 400 ribu orang itu. Setelah segala jalan ditempuh namun tidak berhasil, maka biarlah MK yang akan memutuskan Guru Paud Non Formal itu guru atau bukan. Kalau mereka guru, maka nasib mereka akan berubah,” terangnya.

Yusril berharap gugatannya mengenai uji materi pada pasal 1 dan 2 UU Guru dan Dosen dapat disetujui oleh MK. Keputusan ini bakal memperbaiki nasib dari guru PAUD non formal di Indonesia.

“Kalau mereka tetap dianggap bukan guru, maka selamanya nasib Guru Paud Non Formal akan terdiskriminasi dan diperlakukan tidak adil. Mohon doa restu agar uji materi di MK ini akan berhasil,” pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Igman Ibrahim