Dalami Kasus Suap Rommy, KPK Kembali Panggil Staf Ahli Menteri Agama

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil staf ahli Menteri Agama (Menag) Gugus Joko Waskito. Pemanggilan ini tekait kasus dugaan suap yang melilit Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy).

“Kali ini, saksi dipanggil untuk tersangka HRS (Haris Hasanuddin),” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (12/4).

Selain itu, penyidik juga memanggil tersangka Haris untuk diperiksa sebagai saksi Rommy. KPK menduga Haris menyuap Rommy agar bisa menempati jabatan Kakanwil Kemenag Jatim.

Kemudian, untuk hal yang difokuskan dalam pemeriksaan terhadap saksi, yakni terkait dengan prosedur pengisian jabatan dilingkungan Kemenag.

“Kami memang masih fokus pada pengisian jabatan, untuk prosedurnya seperti apa. Jadi pengetahuan para saksi bagaimana pengisian jabatan di Kemenag,” ujar Febri.

Dia pun berharap agar para saksi bisa menghadiri panggilan KPK dan memberikan keterangan secara kooperatif.

“Bisa memberikan keterangan yang diperlukan oleh tim KPK,” imbuhnya.

Untuk diketahui, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugan suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag. Selain Rommy dan Haris, ada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi yang juga ditetapkan sebaagai tersangka.

Rommy diduga telah menerima uang Rp 300 juta dari mereka (Haris dan Muafaq). Uang suap itu maksudnya agar Rommy dapat memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.

Atas perbuatannya Rommy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Sedangkan, Muafaq dan Haris disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.