Dahnil Mengancam Prabowo Jika Begini Setelah Pilpres 2019

JawaPos.com – Ada komitmen besar dari kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) terhadap calonnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sang jubir Dahnil Anzar Simanjuntak meminta jagoannya itu membongkar kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Jika permintaan itu tidak dipenuhi oleh paslon nomor 02, Dahnil akan menjadi oposisi. Ancaman itu diungkapkan mantan ketua Pemuda Muhammadiyah itu jika nanti Prabowo Subianto terpilih di Pilpres 2019 namun tidak mampu membongkar kasus terhadap mantan pamen Polri tersebut.

Dahnil Anzar Simanjuntak mengeluhkan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan yang belum terselesaikan sampai sekarang. Dia tidak mengerti dengan alasan pemerintah yang mengaku kesulitan mengejar sang pelaku.

Nah, untuk itu Dahnil akan membuat penegasan kepada Prabowo. Jika Prabowo terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2019 dan tak mampu menyelesaikan kasus Novel, dia siap menjadi pihak oposisi. Hal itu diungkapkan dalam kicauan di Twitter-nya pada Selasa (12/3).

Saya akan menjadi oposisi utama bila kasus teror penyiraman air keras Novel Baswedan juga tidak dituntaskan oleh pemerintahan Pak @prabowo dan Bang @sandiuno. Teror terhadap Novel dan penyidik KPK lainnya tak terungkap sesungguhnya bukan karena “tak bisa” namun “tak mau”.

Cuitan Dahnil ini tepat pada hari ke-700 kasus yang menimpa Novel. Peristiwa nahas yang dilakukan orang tak dikenal itu terjadi pada 11 April 2017.

“Hari ini 700 hari penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Pelaku dan aktornya tak kunjung terungkap. Jelang debat kemarin sempat dibuat tim terkait kasus ini, tapi bukan untuk pengungkapan kasus, hanya sekadar untuk bahan debat capres,” keluh Dahnil.

Dia menilai penyelesaian kasus hukum saat ini masih dinilai tumpul. Keluhan itu tidak hanya pada kasus Novel, tapi pada kasus pelanggaran HAM lainnya yang juga mandek.

“Tahun lalu ada seorang laki-laki, Siyono dari Klaten, ditangkap polisi hidup, kembali kepada keluarganya tak bernyawa lagi. Saya dan Muhammadiyah serta Komnas HAM membantu mengungkap. Tapi, seperti biasa hukum tak ditegakkan. Hari ini 2 tahun Novel Baswedan diserang, hukum pun masih gelap,” tegas Dahnil.

Menurut Dahnil, penyelesaian kasus Novel bukan terkendala teknis, tapi ditutupi oleh kepentingan politik. “Ada banyak aktor berpengaruh yang bekerja di belakang para pelaku,” pungkasnya.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Muhammad Ridwan
Copy Editor : Fersita Felicia Facette