Dahnil Anzar Dihadirkan Sebagai Saksi, Ratna: Nggak Nyambung

JawaPos.com – Terdakwa kasus berita bohong Ratna Sarumpaet mengaku merasa aneh selama menjalani masa persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia menyebutkan bahwa kasus yang dihadapi bernuansa politik.

“Aku juga enggak tahu itu ya, saya enggak tahu arahnya kemana, yang disangkakan apa yang dibicarakan apa. Jadi saya sih diam saja, ikuti aja sampai capek,” ujar Ratna di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Kamis (11/4).

Ratna menilai bahwa jalannya persidangan tidak sesuai kasus hukum yang dijalani. Bahkan, antara kasus penyebaran berita bohong dengan materi dalam persidangan tidak nyambung.

“Ya aku tahu kok ini politik, saya enggak sebodoh itu juga. jadi sabar aja, ikuti aja ya,” katanya.

Kehadiran Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai saksi dalam persidangan kasusnya itu, belum diketahui Ratna sebelumnya. Dahnil Anzar Simanjuntak. (Wildan Ibnu Walid/ JawaPos.com)

Kendati demikian, Ratna yakin jika Dahnil tidak akan berbohong saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/4).

“Ya Pak Dahnil ngapain dia (bohong). Mudah-mudahan sih baik-baik saja ya,” kata Ratna.

Setibanya Ratna tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ratna menyatakan bahwa kesaksian Dahnil tidak ada kaitan dengan kasus hukum yang dijalani. Sebab, kata dia, Dahnil tak ada huhungannya dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

“Saya juga nggak tahu, kenapa dia (Dahnil) jadi saksi. Kan, ini yang ngatur semua kejaksaan. Jadi terima aja. Gak nyambung menurut saya. Karena yang harusnya dikejar itu keonaran. Apa hubungannya dengan keonaran, karena pasal yang dituduhkan itu keonaran,” pungkas Ratna.

Sebelumnya pada sidang pada Selasa (2/4) lalu, JPU membacakan surat dakwaan
yang menyatakan Ratna Sarumpaet dan sejumlah nama tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) berada di Polo, Hambalang, Sentul, Bogor pada pada 02 Oktober 2018.

Nama-nama yang hadir di sana termasuk Prabowo Subianto, Amien Rais, Nanik S. Deyang, Hanum Rais, Dahnil Anzar Simanjuntak, Djoko Santoso dan Said Iqbal. Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dari empat orang saksi salah satunya yaitu Amien Rais. (Issak Ramdhani / JawaPos.com)

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya terbongkar. Ternyata, lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Kemudian, Jaksa Penuntu Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.