Bungkam, Pakai Baju Tahanan Jokdri Digiring ke Kejaksaan

JawaPos.com – Mengenakan pakaian tahanan oranye, Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tidak berbicara sepatah kata pun atas kasus hukum yang sedang membelitnya. Dia dibawa dari Rutan Polda Metro Jaya menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada pukul 14.40 WIB.

“Hari ini kami melakukan pelimpahan tahap kedua pemberkasan berikut dengan tersangka Joko Driyono yang sudah dilakukan penyidikan kasus yang ditangani Satgas Antimafia Bola,” ujar Ketua Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol. Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/4).

Argo mengatakan, selama penyidikan Joko Driyono berjalan, sudah ada 15 saksi yang diperiksa untuk melengkapi berkas perkara kasus pencurian dengan pemberatan dan/atau menghilangkan barang bukti untuk menghalangi pemeriksaan, dan penyelidikan.

Menurutnya, sejak 4 April lalu, Kejaksaan Agung sudah menyatakan berkas perkara Jokdri lengkap atau P21.

“Ada barang bukti dokumen, mobil, laptop, pemotong kertas dan sebagainya. Materi sudah dalam kotak, sekaligus dengan tersangka dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Argo.

Argo menyatakan, penetapan tersangka Jokdri berdasarkan hasil penyidikan laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 19 Desember 2018 lalu. Laporan itu dibuat oleh manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.

Jokdri diancam dijerat dengan pasal berlapis yaitu tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi sesuai dengan 363 KUHP dan/atau pasal 235 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP dan/atau 232 KUHP dan/atau pasal 221 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP.

Bahwa pada saat penyidik Satgas Antimafia Bola memeriksa HP milik Office Boy PT Liga Indonesia atas nama Musmuliadi didapati Mardani Mogot alias Dani sudah mengambil CCTV dan laptop keuangan di kantor Rasuna Said Office Park yang sudah dipasang garis polisi sebelumnya yang digeledah pada Jumat 1 Februari 2019.

“Penetapan kasus dari Pak Joko Driyono ini, menyuruh mengambil atau mencuri barang bukti dalam pengawasan kepolisian. Berkasnya sudah lengkap. Kami terima kasih kepada Kejaksaan Agung yang sudah berkomunikasi secara intensif,” tutup Argo.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Wildan Ibnu Walid