Berkas Dilimpahkan, Mantan Wabup Malang Segera Hadapi Persidangan

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melimpahkan berkas penyidikan dan barang bukti ke penuntutan umum terhadap tersangka mantan Wakil Bupati Malang, Ahmad Subhan. Subhan merupakan tersangka yang terbelit kasus suap perizinan pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

“Hari ini berkas perkara untuk Ahmad Subhan sudah selesai dan dilakukan pelimpahan atau tahap dua,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/1).

Selain Subhan, ada empat tersangka yang berkasnya telah dilimpahkan juga yaitu Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) Onggo Wijaya (OW) dan permit and regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) Ockyanto (OKY).

Termasuk dua tersangka lainnya, yaitu Direktur PT Sumawijaya, Ahmad Suhawi (ASH) dan satu pihak swasta, Nabiel Titawano (NT).

Lebih lanjut, mantan aktivis antikorupsi ini menyebut, untuk persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Kota Surabaya, Jawa Timur. Adapun, katanya, dalam penanganan perkara ini, sekurangnya sekitar 46 orang telah diperiksa dalam tahap penyidikan. Sementara, para tersangka sekurangnya telah 2 kali diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka.

“Unsur saksi yang telah diperiksa yaitu Vice President Planning Telkomsel; Vice President Director dan karyawan PT Protelindo; Direktur PT Tower Bersama; Division Head Finance and Treasury PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Grup); Project Management Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Grup); Karyawan PT. Ardi Ardana Sembada Karya; Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Kabupaten Mojokerto, Mantan Kepala BPTPM Kabupaten Mojokerto; PNS Dinas Koperasi UMKM Kota Kediri dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.
 
Sebelumnya, KPK menetapkan tersangka terhadap beberapa orang, termasuk Subhan dan Achmad Sumawi bersama-sama Direktur Operasi PT Protelindo Onggo memberi suap kepada Mustofa Kamal Pasa. Sedangkan Nabiel diduga bersama Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Ockyanto menyuap Mustofa.

Suap itu diduga terkait pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang dan izin mendirikan bangunan atas pembangunan 22 menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. Total suap yang diduga diberikan oleh kepada Mustofa adalah sebesar Rp 2,73 miliar.

Editor      : Kuswandi
Reporter : Intan Piliang