Berkali-kali Ikut Seleksi KPK, Ini Motivasi Roby Jajal Posisi Sekjen

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengumumkan enam nama calon sekjen. Mereka telah berhasil menyisihkan 5.852 orang dalam dua gelombang seleksi.

Salah satu nama yang lolos dan bersiap ke tahapan wawancara pada Senin (7/1) mendatang yaitu Roby Arya Brata. Saat ini Roby tercatat bekerja di Sekretariat Kabinet sebagai Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Penanaman Modal, dan Badan Usaha pada Kedeputian Bidang Perekonomian.

Sebelumnya, dia pernah mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK periode 2015-2019, tapi gagal. Tak hanya itu, Roby kembali ingin berada di lingkaran dalam KPK dengan mendaftarkan diri sebagai penasihat KPK, tapi lagi-lagi gagal. Kini Roby kembali mencoba peruntungannya sebagai calon Sekjen KPK.

Sebenarnya apa motivasi yang membuat Robby berulang kali mencoba masuk ke dalam lingkungan yang digawangi Agus Raharjo cs ini, hingga memutuskan mencoba seleksi Sekjen ?

Roby mengaku tidak akan pernah lelah mengikuti setiap seleksi yang dibuka oleh lembaga ini. Bila memang sesuai pengalaman, kemampuan dan keinginan, maka dirinya akan mencoba.

“Saya siap, enggak akan pernah lelah ikut seleksi KPK sampai saya bisa langsung berkontribusi dengan cara di KPK langsung. Saat ini KPK berada di garda terdepan dalam hal pemberantasan korupsi,” ucapnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (5/1).

Dia juga menjelaskan ada beberapa alasan kuat yang membuat dirinya memberanikan diri mencoba kembali mengikuti seleksi calon Sekjen KPK. Salah satunya, berusaha ingin membantu pimpinan dalam mewujudkan visi dan misi KPK.

Alasan lainnya, dia ingin KPK menyasar bisa mewujudkan zero korupsi. Kalaupun tak nihil, namun tindakan ini bisa diminimalisasi.

“Korupsi masalah terbesar pada bangsa ini. Sekjen punya peran strategis bisa membantu pimpinan dengan memperjuangkan bangsa Indonesia lebih baik lagi. Sekjen tidak hanya mengerti soal keuangan, dan anggaran tapi mengerti segala hal,” tegasnya.

“.ulai dari komplesitas permasalahan korupsi di Indonesia, permasalahan hukum kan kajian bukan hanya soal anggaran tapi juga membawahi beberapa biro, ada humas hukum rencana dan keuangan. Jadi harus multiskill sekjen ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, diakui Roby, sudah lebih dari 24 tahun dirinya berkecimpung di dunia birokrasi. Bahkan, dia juga telah akrab dan mengenal baik pimpinan KPK maupun instansi lembaga lain. Menurutnya, pengalamannya ini bisa membantu KPK.

“Kerja sama (dengan) Kemekumham, (Kemenko) Ekonomi dan Bapennas, Kemen-PANRB saya sudah kenal baik. Jadi saya tinggal jalan aja. Tapi kalau swasta atau BUMN, ya, yang khawatir agak susah bisa buka link dan networknya,” tukasnya.

Oleh karena itu, Roby menjanjikan, jika jabatan Sekjen ditangannya, maka KPK akan jauh lebih baik dalam hal tata kelola lembaga. “Sekjen nanti supaya antar deputi pencegahan, deputi penindakan dan saling menguatkan dalam hal membangun kerja sama satuan unit kerja,” pungkasnya.

Editor      : Estu Suryowati
Reporter : Intan Piliang