Benahi Biaya Politik Tinggi, KPK Datangi Sejumlah Kantor Parpol

JawaPos.com – Satuan tugas pada Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mulai mengunjungi partai-partai politik pada pekan ini. Tujuan kunjungan ini untuk mengetahui gambaran kebutuhan serta pengelolaan keuangan di partai politik.

“Tim satgas untuk politik berintegritas yang ada di Dikyanmas mulai akan mendatangi kantor-kantor partai politik dan berdiskusi terkait dengan upaya perbaikan pendanaan partai politik,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (12/3).

Febri menjelaskan, perbaikan pendanaan ini akan dilihat dengan menghitung dana rasional yang dibutuhkan oleh partai dalam operasionalnya. Kedua, KPK bersama partai juga akan membahas akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana partai.

“Karena uang yang digunakan itu adalah uang dari masyarakat. Nah, kami akan duduk, tim KPK akan datang dan diskusi bersama unsur-unsur DPP di parpol,” ujar Febri.

Menurut Febri, salah satu akar persoalan korupsi politik yang perlu dibenahi adalah biaya politik yang cukup tinggi. “Dalam konteks itulah KPK mendekati dari perspektif pencegahan selain upaya penindakan yang dilakukan selama ini,” ungkap dia.

Febri memaparkan, KPK dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menggali lebih jauh persoalan pendanaan politik bersama partai. Pihak partai nantinya, akan diminta menunjukkan data terkini kebutuhan rill operasional partai ke tim KPK.

“Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi dan data yang akan bermanfaat untuk merumuskan skema dan besaran bantuan keuangan negara kepada partai politik,” ungkapnya.

Langkah ini dinilainya penting untuk mendorong demokrasi yang berintegritas. Selain pendanaan, KPK juga mendorong parpol untuk meningkatkan integritasnya dalam pelaksanaan kode etik, kaderisasi maupun rekrutmen.

“Sehingga pengaturan yang lebih rinci tentang konsep pengelolaan keuangan negara, hingga implementasi akuntabilitasnya sangat dibutuhkan,” pungkas Febri.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang