Bakomubin Laporkan Kasus Ali Ngabalin ke Kompolnas

JawaPos.com – Bareskrim Mabes Polri dilaporkan Badan Komunikasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Itu lantaran keluarnya surat penghentian penyidikan perkara (SP3) atas laporan mereka terhadap Ali Mochtar Ngabalin.

“Kami resmi melaporkan Bareskrim Mabes Polri ke Kompolnas yang diterima bagian pengaduan,” ujar Tim Kuasa Hukum Bakomubin, Pitra Romadoni di Gedung Kompolnas, Tirtayasa, Jakarta, Kamis (7/2).

Dia menuturkan, dari surat yang diterima Bakomubin atas laporan tersebut, Bareskrim Mabes Polri mengatakan bahwa hasil kajian dinyatakan perkara tersebut bukan merupakan tindak pidana tetapi perdata. Pihaknya pun disarankan mengajukan perkara ini ke PTUN.

Padahal kata Pitra jelas Ngabalin membuat kebohongan publik dengan mengaku-ngaku sebagai Ketua Umum Bakomubin. “Padahal Saudara Ali Ngabalin bukanlah ketuanya. Akan tetapi Kiai Tatang Muhammad Natsir lah ketuanya,” tegas dia.

Selain itu, Ngabalin juga memalsukan tanda tangan para pengurus. Juga, menggunakan logo Bamukmin ketika menghadiri seminar dan talkshow di statiun televisi.

“Ini jelas tindak pidana, tidak ada perdata. Perdata kan administrasi. Inikan jelas ada dugaan pemalsuan, kebohongan publik, merk Bakomubin yang terdaftar di Kemenkum HAM,” kesal Pitra.

Sayangnya, laporan yang disampaikan pada Desember 2018 lalu tak kunjung diproses. Bahkan hingga surat itu keluar, polisi tidak pernah melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap pihaknya.

Pitra mengaku bahwa pihaknya sempat melaporkan ketidakjelasan proses hukum ini kepada pihak Propam dan Karo Wasidik. Namun, bukannya tindak lanjut, malah muncul surat yang menghentikan perkara ini.

Pihaknya lantas menduga ada intervensi secara tidak langsung agar Bareskrim Polri tidak mengusut laporan Bakomubin. “Kami menduga kemungkinan kecil ada intervensi dari pihak istana. Sehingga laporan ini mandek seperti ini,” pungkas Pitra.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : Desyinta Nuraini