Asian Para Games 2018 Resmi Ditutup, Selamat Datang Hangzhou 2022

loading…

Asian Para Games 2018 di Jakarta 6-13 Oktober 2018 hari ini resmi ditutup. Selanjutnya tuan rumah pesta olahraga atlet disabilitas adalah Hangzhou, China. Foto: Repro

JAKARTA – Pesta olahraga atlet disabilitas, Asian Para Games 2018, yang berlangsung di Jakarta, hari ini resmi ditutup. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku puas dengan pencapaian Indonesia yang finis lima besar dengan koleksi 135 medali.

Closing ceremony (upacara penutup) Asian Para Games 2018 berlangsung di Stadion Madya, komplek olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/10/2018) malam. Defile atlet berkursi roda dari 43 negara  juga ikut mewarnai kemeriahan acara tersebut.  

“Minggu ini adalah minggu yang bergelora bagi bangsa Indonesia dan Asia yang akan selalu dikenang dalam hati. Selama sepekan, kita telah diberi semangat oleh para atlet yang berjuang mendobrak batasan diri dan keluar sebagai pemenang,” kata JK dalam pidatonya.

JK juga mengatakan bahwa keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018 dibarengi dengan prestasi atletnya. Anggapan tersebut mengarah pada perolehan medali yang melampaui target yang dibebankan.

“Presiden (Joko Widodo, red) meminta 16 medali emas tetapi meleset, ya meleset ke atas. Indonesia mencapai prestasi terbaik dibandingkan dengan Asian Para Games sebelumnya, kita dapat 37 medali emas, 47 perak, dan 51 perunggu,” lanjut JK.

Lebih jauh JK meminta semangat atet -khusunya Indonesia- bisa terus dipelihara hingga Asian Para Games mendatang. Rencananya akan digelar di Hangzhou, China, 2022.

Setelah pidato dari wakil presiden, acara berlanjut dengan penurunan bendera Asian Paralympic Committee. Bendera tersebut kemudian diserahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua NPC Senny Marbun kepada Presiden Komite Disabilitas China, Zhang Haidi.  

Kota Hangzhou di China akan menjadi tuan rumah berikutnya bagi pesta olahraga atlet disabilitas terbesar di Asia.

(sha)