Anak Buah Ali Kalora yang Tewas di Sulteng Ternyata Ponakan Imam Samudra

JawaPos.com – Pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi tiga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Ketiganya tewas saat baku tembak dengan Satgas Tinombala di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 21 Maret lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, baku tembak yang terjadi menewaskan tiga orang. Satu orang diantaranya diketahui merupakan keponakan dari Imam Samudra, pelaku terorisme yang dijatuhi hukuman mati dan telah dieksekusi.

“Kami sudah selesai melakukan identifikasi terhadap korban, hasil penelusuran dan investigasi tim ke Banten bahwa satu orang merupakan keponakan Imam Samudra,” kata Dedi, Jumat (5/4).

Ketiga anggota MIT tersebut yakni Andi Muhammad alias Abdullah alias Abdul Rahman, Al Haji Kaliki alias Ibrohim, dan Alqindi alias Muaz. “Alqindi alias Muaz yang merupakan keponakan dari Imam Samudra,” ucapnya.

Dari tiga orang yang ditembak mati itu, Satgas Tinombala berhasil menyita perbekalan kelompok Ali Kalora. Perbekalan yang dimasukan dalam satu tas ransel dan karung itu berisi, makanan hingga senjata.

Didalam ransel terdapat sarung, sandal, rompi, sweater, bom lontong, senter kepala, bahan bom, sendok dua buah, sarung tangan, handuk, sikat gigi, obat luka, alat kikir. “Perbekalan makan ada buah-buahan, seperti nangka, pisang rebus di kresek, dam juga ban dalam motor,” ujarnya.

Sementara dua karung yang berhasil diamankan petugas isinya hampir sama dengan yang ada di ransel. Yaitu barang-barang yang digunakan untuk bertahan hidup di hutan. Namun di dalam karung, petugas menemukan gergaji, amunisi senjata api jenis SS 1 V2, amunisi selongsong tidak aktif 4 buah, potongan besi, parang, dan kompas.

“Ada 55 butir amunisi yang masih aktif. Lalu ada yang tidak aktif. Ada juga senjata tajam jenis parang,” tandasnya.