Amien Rais: Hoaks Petinggi Negara Ratusan Kali Lebih Dahsyat dari Ratna

JawaPos.com – Amien Rais berharap proses hukum yang sedang dijalani terdakwa Ratna Sarumpaet mendapat keadilan hukum. Dia meminta kepada kepolisian, jaksa dan majelis hakim untuk bersikap adil kepada Ratna Sarumpaet, mengingat usia terdakwa sudah sepuh. Amien juga menegaskan bahwa hukum jangan hanya menindas bagi orang-orang kecil saja.

“Andai kata ada petinggi negeri ini yang semua hoaksnya itu dikumpulkan, saya kira ratusan kali lebih dahsyat daripada Ratna Sarumpaet itu. Saya pikir, yang adil lah. Jangan mentang-mentang (Ratna) orang kecil, lalu ditindas,” ujarnya usai menjadi saksi sidang lanjutan Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4). Amien Rais hadir menjadi saksi dalam sidang lanjutan Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Issak Ramadhani/ JawaPos.com)

Berkenaan dengan kasus hukum yang dijalani Ratna, Amien menilai, para jaksa Kejaksaan Negeri dan kuasa hukum Ratna Sarumpaet melakukan proses hukum sebagaimana mestinya. Dia pun mengajak semua pihak melihat masa lalu terdakwa yang dinilainya sering membela perjuangan rakyat kecil.

“Beliau (Ratna) tokoh NGO perempuan yang selalu di depan kalau sudah membela mereka yang dhuafa, yang tersisihkan, termarjinalisasi, tetapi di usia yang sudah lanjut itu ada musibah,” ujarnya

Amien menyampaikan bahwa dirinya tidak akan bicara lebih lanjut soal kasus hoaks yang membelit Ratna Sarumpaet. Hanya saja, hukum seharusnya tidak dimanfaatkan untuk menindas orang-orang kecil.

“Kalau Ratna Sarumpaet yang karena hoaks seperti itu, disuruh keluar masuk kepolisian dan kejaksaan. Maka saya minta keadilan,”

Sebagai saksi, Amien mengaku hanya menyampaikan apa yang dilihat dan ketahui selama menjadi saksi dalam persidangan. Oleh sebab itu, dia menjawab semua pertanyaan jaksa dan majelis hakim dengan tuntas tanpa keraguan.

“Saya sebagai saksi itu memang harus menyanpaikan apa yang saya lihat, saya rasakan, saya saksikan. Jadi semua pertnayaan saya jawab dengan tuntas tanpa keraguan,” ujarnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Wildan Ibnu Walid