Ahli Forensik Terdakwa Lucas Ragukan Rekaman Sadapan yang Dimiliki KPK

JawaPos.com – Ahli digital forensik Ruby Zukri Alamsyah meragukan keaslian barang bukti percakapan suara antara Lucas dan Bos Paramount Enterprise International, Eddy Sindoro. Hal ini dilontarkan Ruby saat menjadi saksi meringankan advokat Lucas.

“Menurut saya meski bukan orang hukum sah-sah saja. Kalau di-challenge sama pihak lain ya wajib bisa gugur,” kata Ruby saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Pada persidangan sebelumnya, Ahli forensik suara dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dhany Arifianto dihadirkan di muka persidangan. Dhany diminta oleh KPK untuk meneliti suara percakapan yang diduga Lucas.

Namun, Dhany juga tidak bisa memastikan orisinalitas rekaman tersebut. Sebab rekaman yang berada di sebuah DVD-R tertulis KPK itu, dia terima masih tersegel dari lembaga antirasuah.

Menanggapi tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pemeriksaan sebuah barang bukti, menjadi perdebatan antara jaksa penuntut umum dengan kuasa hukum Lucas. Sebab, rekaman dalam DVD itu rawan dimanipulasi.

“Istilah ‘hashing’, ini berguna agar saat barang bukti disita dari mulai dari disita sampai diperiksa di pengadilan, barang bukti yang tetap sama seperti saat disita. Itu berfungsi untuk menjaga dan memberikan informasi ke semua pihak,” ujar Ruby menambahkan.

Selain itu, Ruby menyebut metode yang digunakan oleh ahli yang diminta KPK meneliti rekaman itu diragukan. Ruby berdalih metode analisis yang harus digunakan dalam menganalisa melalui audio forensik dan digital forensik.

“Misalnya ada pihak yang bisa menunjukkan kesalahan tersebut, otomatis selama pengalaman saya di pengadilan akhirnya bisa menggugurkan barang bukti,” jelas Ruby.

Dalam perkara ini, Lucas didakwa merintangi penyidikan KPK dalam kasus yang menjerat Eddy Sindoro. Lucas yang saat itu sebagai kuasa hukum, menyarankan Eddy yang telah berstatus tersangka tidak kembali ke Indonesia agar terhindar dari pemeriksaan lembaga antirasuah.

Atas perbuatannya, Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan