Advokat Lucas Tuding Sadapan KPK Salahi Aturan

JawaPos.com – Terdakwa merintangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) advokat Lucas lagi-lagi mengklaim dirinya tidak bersalah dalam perkara menghalang-halangi penyidikan Bos Paramount Enterprise International, Eddy Sindoro. Dia berdalih, sadapan yang dimiliki KPK tidak berdasar.

“Sampai hari ini sudah dengan jelas terang benderang terbukti bahwa apa yang disampaikan tim ahli pada minggu lalu sama hari ini adalah barang bukti digital rekaman itu sangat rentan dimodifikasi atau direkayasa atau di lakukan perubahan,” kata Lucas usai sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Mengacu pada keterangan ahli digital forensik Ruby Alamsyah soal barang bukti elektronik, Lucas menuding lembaga antirasuah menyalahi prosedur penyitaan. Ini terkait proses pembuktian keaslian sadapan yang dijadikan alat bukti dipersidangan.

“Alat bukti rekaman itu banyak sekali sop untuk digital forensik yang dilanggar khususnya pada saat diambil disimpan itu dipindahkan dipinjamkan itu nomor cashing itu berubah-ubah,” klaimnya.

Oleh karenanya, setelah pembacaan tuntutan oleh jaksa KPK, Lucas menyebut bakal menyiapkan nota pembelaan untuk mematahkan dakwaan jaksa.

“Jadi nanti kami akan lebih jelaskan pada persidangan masa akan datang. Ahli sendiri tidak mengakui, ahli KPK tidak melakukan pemeriksaan keaslian. Sudah tidak mungkin menjadi alat bukti,” tandasnya.

Dalam perkara ini, Lucas didakwa merintangi penyidikan KPK dalam kasus yang menjerat Eddy Sindoro. Lucas yang saat itu sebagai kuasa hukum, menyarankan Eddy yang telah berstatus tersangka tidak kembali ke Indonesia agar terhindar dari pemeriksaan lembaga antirasuah.

Atas perbuatannya, Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan