Ada Dugaan Korupsi, KPK Benarkan Tengah Pelototi Proyek di Papua

JawaPos.com – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengakui pihaknya sedang menelisik dugaan korupsi terkait proyek dan anggaran di Papua. Karena itulah, KPK menerjunkan tim untuk memantau dugaan korupsi di Bumi Cendrawasih ini.

Hal tersebut diungkapkan Febri pascadua penyelidik KPK diduga dianiaya. Saat itu, penyelidik memang ditugaskan untuk memantau rapat antara Pemprov Papua, DPRD Papua, dengan pihak Kemendagri terkait pembahasan hasil review terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta‎ Sabtu (2/2).

“Menjawab pertanyaan sebelumnya, kami sampaikan bahwa KPK memang sedang mencermati sejumlah dugaan korupsi terkait proyek dan anggaran di Papua,” ucap Febri melalui pesan singkatnya, Rabu (6/2).

Kendati demikian, mantan aktivis ICW ini masih enggan mengungkap secara rinci dugaan korupsi tersebut. Febri berjanji akan menyampaikan mengenai dugaan korupsi tersebut setelah masuk tahap penyidikan.

“Tentu KPK belum dapat menyampaikan secara spesifik kasus apa sebagaimana yang ditanyakan pada kami beberapa waktu kemarin. Jika sudah masuk tahapan penyidikan dan memungkinkan disampaikan pada publik, akan kami informasikan sebagai hak publik untuk tahu,” terangnya.

Selain itu, menurut Febri, KPK mendukung penuh pembangunan di Papua. Sebab, pemprov Papua secara keseluruhan baru menerapkan 58 persen rencana aksi yang diusulkan oleh lembaga antirasuah.

Oleh karenanya, kata dia KPK menerjunkan tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) untuk mengantisipasi adanya penyelewengan anggaran.

“Pembangunan Papua penting bagi kita semua, agar dapat dinikmati oleh masyarakat di Papua,” tukasnya.

Sebelumnya, ada dua pegawai KPK yang diduga mengalami penganiayaan saat melaksanakan tugas di Hotel Borobudur, Jakarta pada Minggu (3/2) dini hari. Peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” tukas juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Sebelum dua pegawai dianiaya, di lokasi tersebut dilakukan rapat pembahasan hasil review Kemendagri terhadap RAPBD Papua tahun anggaran 2019 antara pihak Pemerintah Provinsi dan DPRD,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Intan Piliang