Abu Hamzah Hingga Toa Masjid, Begini Negosiasi Polisi ke Istri Teroris

JawaPos.com – Proses negosiasi yang dilakukan pihak Kepolisian untuk membujuk istri terduga teroris, Abu Hamzah untuk keluar dari rumahnya cukup dramatis. Bahkan, sejumlah pihak ikut turun tangan.

Diketahui, istri Abu Hamzah yang belum dijabarkan namanya oleh pihak Kepolisian sejak sore kemarin bersikukuh tidak mau menyerahkan diri kepada Densus 88 Antiteror. Dia bahkan sempat melemparkan bom sekitar pukul 14.50 WIB, sesaat suaminya ditangkap. Akibatnya, seorang petugas dan satu warga terluka akibat terkena efek ledakan tersebut.

Upaya negosiasi pun dimulai. Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto yang memimpin langsung langkah tersebut. Tak ketinggalan Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Sibarani, dan Dandim setempat pun turut serta dalam proses ini. Bahkan Abu Hamzah juga sempat membujuk istrinya keluar.

Abu Hamzah Hingga Toa Masjid, Begini Negosiasi Polisi ke Istri TerorisLokasi penangkapan teroris di Sibolga (Toga Sianturi/New Tapanuli)

“Ya termasuk si AH (Abu Hanzah) itu sempat menyampaikan imbauan kepada istrinya Tapi AH yakin, menyampaikan kepada petugas istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding AH sendiri,” beber Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3).

Berbagai cara dilakukan agar istri Hamzah mendengar imbuan petugas juga dikerahkan. Tak terkecuali pengeras suara dari masjid terdekat, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara.

“Justru kami menggunakan pengeras suara masjid, takmir masjidnya juga didengar suaranya. Kami di situ belum berani masuk karena kami utamakan keselamatan jiwa yang di dalam rumah dan petugas kami,” ujarnya.

Akhirnya antara pukul 01.30 hingga 01.40 WIB terdengar suara ledakan. “Kami belum mendekat ke TKP dulu karena khawatir ada ledakan susulan. Ternyata benar, selang beberapa menit terjadi susulan ledakan kembali,” ungkapnya berdasarkan laporan tim yang berada di lokasi.

Ledakan tersebut menyebabkan kebakaran di rumah pelaku terduga teroris. Bahkan rumah di sekitarnya juga mengalami kerusakan mengingat lokasi itu padat penduduk.

Mencegah api semakin meluas, aparat setempat memanggil unit pemadam kebakaran untuk memadamkan api. “Api berhasil dipadamkan sekitar jam empat (pagi),” imbuhnya.

Selama itu pula, aparat baru berhasil mengevakuasi tubuh korban dan melakukan identifikasi siang tadi. Tim sempat meledakkan beberapa bom milik pelaku dalam rangka sterilisasi

Namun diduga masih banyak bom yang belum meledak dan bahan peledak lainnya di kediaman tersebut.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini