Tokoh taekwondo Indonesia masuk kepengurusan WTF

Jakarta (ANTARA News) – Salah satu tokoh taekwondo Indonesia, grand master Lioe Nam Khiong, dipercaya duduk di federasi taekwondo dunia atau WTF sebagai Vice Chairman Marketing.

Pemegang Sabuk Dan IX Kukkiwon dalam keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Selasa membenarkan jika telah menduduki posisi tersebut bersama presiden taekwondo Singapura Milan Kwee yang duduk sebagai Chairman.

“Ya saya sekarang duduk di WTF atas permintaan presiden WTFbDr. Choue Chung won,” kata Lioe Nam Khiong dalam keterangan resminya.

Kedekatan Grand Master Lioe Nam Khiong dengan Presiden WTF Dr. Choue Chung Won sudah menjadi rahasia umum di kalangan pelaku taekwondo internasional. Bahkan Presiden WTF sempat berkunjung ke Indonesia bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Kalau hubungan pribadi Lioe Nam khiong dengan Dr. Choue sangat erat sekali jadi sangat wajar jika lioe nam khiong diminta duduk di WTF,” kata Sekjen UTI Pro Lam ting.

Sementara Dr. Chou Chung Won dalam surat elektroniknya menyebutkan jika Lioe Nam Khiong adalah salah satu figur yang tidak bisa dipisahkan dengan taekwondo baik di Indonesia maupun internasional.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi anda terhadap perkembangan olahraga taekwondo di Indonesia khususnya dan di level dunia pada umumnya,” katanya.

Grand Master Lioe Nam Khiong merupakan taekwondoin Indonesia pertama yang diangkat di kepengurusan World Taekwondo Federation, sebagai Vice Chairman Marketing Committee World Taekwondo Federation.

Grandmaster Lioe Nam Khiong menekuni taekwondo sejak 1972, dan pernah menjabat di PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) sebagai Ketua Komisi Teknik. Ia juga merupakan Pendiri Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro.

Di kepengurusan PB Taekwondi Indonesia periode 2007-2011 mengemban tugas Wakil Ketua Umum. Saat itu berperan besar atas sukses Indonesia meraih 6 emas di SEA Games 2011 Jakarta-Palembang.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018