Kisah Freestyler Cilik Jalani Debut di ARRC 2018

loading…

Wahyu Nugroho saat memulai debut balap internasionalnya pada ajang ARRC 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (14/10)/ Instagram Wahyu Nugroho

SENTUL – Penikmat balap motor mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama Wahyu Nugroho. Di usia yang masih sangat belia dia sudah dikenal sebagai freestyler. Bersama kakak kandungnya, Wawan Tembong, dia sering mendapatkan tepuk tangan sangat menghibur penonton dalam sebuah ajang balap.

Kelihaiannya dalam menaklukan motor besar membuat tim Yamaha tertarik memberikan kesempatan kepada Wahyu Nugroho tampil pada putaran kelima Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018. Sebagai pembalap wildcard, bocah 13 tahun itu bergabung bersama tim Yamaha Racing Indonesia (YRI).

Debut Wahyu Nugroho di kelas Underbone (UB150) tidak terlalu buruk. Dia berhasil merebut peringkat kesembilan pada race kedua UB150. Pembalap cilik yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, itu berharap ini bukan terakhir dirinya diberi kesempatan untuk tampil di ajang internasional.

“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan perlombaan dengan baik. Ada peningkatan posisi dibandingkan dengan race pertama, race kedua saya bisa finish di posisi 10 besar tepatnya di posisi kesembilan,” ungkapnya pasca balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul, Minggu (14/10).

“Saya mengucapkan terima kasih untuk Yamaha Racing Indonesia yang sudah memberikan kesempatan dan pengalaman kepada saya hingga dapat bermain di ARRC. Saya perlu banyak belajar lagi, bagaimana caranya untuk mengatur strategi saat dalam gempuran. Semoga saya diberi kesempatan kembali dan saya bisa lebih baik lagi,” sambung Wahyu Nugroho.

(sha)