Timnas Karate Petik Pelajaran Berharga dari Tokyo

loading…

Timnas Karate Indonesia petik penglaman berharga di Kejuaraan WKF Premier League di Tokyo, Jepang, yang diikuti 10 karateka/Foto/istimewa

JAKARTA – Timnas Karate Indonesia melakukan tour ke berbagai event dunia jelang Olimpiade 2020 Tokyo. Selain mengumpulkan poin untuk menjaga peluang tampil pada ajang olahraga paling akbar di dunia itu, juga untuk menambah jam terbang atlet.

Faktanya, sejak Asian Games 2018 yang menghasilkan 1 medali emas dan 3 perunggu, Timnas Karate sudah menjalani dua event dunia, yakni Kejuaraan WKF Seri A di Cile awal September yang diikuti 2 karateka, dan Kejuaraan WKF Premier League di Tokyo, Jepang, 12-13 Oktober, yang diikuti 10 karateka. Bulan depan mereka juga akan tampil pada Kejuaraan Dunia WKF di Madrid, Spanyol 6-11 November.

Meski tim Merah Putih belum mampu menghasilkan medali pada dua event internasional yang sudah dijalani, setidaknya mereka sudah mendapatkan tambahan jam terbang dan pelajaran besar untuk bekal ke Tokyo 2020. Apalagi, hanya karateka yang masuk 100 besar dunia yang bisa tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

“Di WKF Premier League Tokyo, kami hanya mengirim karate 100 besar dunia. Selain untuk mempertahankan peluang tampil di Olimpiade, juga menambah jam terbang,” ujar Pelatih Omita Olga Ompi.

Pada WKF Premier League Tokyo  yang diikuti 630 karate dari 39 negara misalnya, hasil timnas memang belum optimal. Dari 10 karateka yang diturunkan, hanya tiga yang tampil dua kali, yakni Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg putri), Dessynta Rakawuni Banurea (+68 kg putri), dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata  perorangan putra).

Cokie, panggilan Cok Istri, misalnya. Karateka peringkat 17 WKF yang mendapat bye pada babak pertama di kelas -55 kg yang diikuti 55 karateka dari 37 negara itu, mampu menaklukkan karateka Spanyol Carlota Fernandez Osoria pada babak kedua dengan skor 2-1.

Namun, pada babak berikut dia menyerah 2-8 di tangan karateka nomor 1 dunia asal Ukraina Terliuga Anzhelika.  Kelas 55 kg sendiri akhirnya dikuasai karateka Jepang Shiori Nakamura yang menundukkan Sabina Zhakarova (Kazakhstan).